Langit mendung membisikkan warna suram
hatinya
Kapada matahari yang bersembunyi di
belakangnya
Kepada angin yang hanya berlalu tanpa
permisi di hadapannya
“kemanakah
perginya burung bangau
Berkoar-koar mengumbar janji dengan
suara parau
Tanpa perduli ini sudah lewat musim
kemarau”
Langit kelabu
menceritakan warna muram hatinnya
Kepada pelangi yang hanya datang setelah
gerimis senja
Kepada beringin yang hanya terpaku di
tempatnya
“kemanakah
perginya burung bangau
Bersorak-sorak mengobral sumpah dengan
suara parau
Tanpa perduli ini sudah masuk musim
kemarau”
Sudah satu musim
terlewati
Langit masih mendung ….. langit masih
kelabu
Langit masih berbisik …… langit masih
bercerita
Tentang warna suram hatinya ….. tentang
warna muram hatinya ……
Kepada matahari …… kepada sang angin …….
Kepada pelangi …….. kepada beringin ……...
Langit mendung ……. Langit kelabu ………..
Kembali berbisik …… kembali bertanya …….
“Kemanakah
perginya burung bangau
Berkoar-koar…….. bersorak-sorak …..
Mengumbar dan mengobral janji dengan
suara parau
Tanpa perduli azab Tuhan berseru
No comments:
Post a Comment